Setelah lama tidak nge-blog sekarang saatnya ngeblog secara teratur.
Saya orang yang sangat sangat subjektif, jadi apapun yang saya tulis hanyalah sebuah pandangan pribadi yang patut Anda pertanyakan kebenarannya.
Lets read my first post...
-----------------------------------
Saya punya lembaran2 kecil kertas diamana saya tuliskan beberapa prinsip2 ato problem solving dalam berbagai masalah yang saya hadapi.
Saya selalu membacanya setiap hari, kadang ditambah, kadang ada yang dibuang.
Jika dalam analog design ada Murphy's Law, saya sebut ini Mubarok's Law :)
Efective deep analysis.
Hopeless is doing the same thing -again- and wanting different result.
Doing the same thing, more than twice, never make different result.
Analysis and knowledge produce more different treat, then different result so.
Do the second for analysis, but not more.
--Mubarok's Law
Hukum/prinsip ini sangat efektif saat saya menggunakannya dalam troubleshooting n belajar sesuatu hal baru.
Dulu saya melakukan hal yang sama bisa sampe puluhan kali, hanya untuk mengulur waktu.
Saya tahu bahwa melakukan hal yang sama lebih dari 2x tidak akan merubah hasil, tapi saya tetep melakukannya, dan selalu berakhir dengan frustasi.
Lalu saya teringat sebuah kalimat dalam sebuah buku :
"Putus asa adalah melakukan hal yang sama terus menerus dan mengharapkan hasil yang berbeda."
Kalimat ini sangat cocok diterapkan dalam analysis di bidang engineering.
Jadi saya merumuskan kalimat saya sendiri dengan menambahkan batasan 2kali sebagai percobaan maksimum hal yg sama yg boleh saya lakukan.
First failure is ok, make deep analysis at second, don't do the third.
Dan hal ini bekerja dengan sangat baik.
"Analysis and knowledge produce more different treat, then different result so."
Ini adalah prinsip bahwa semakin banyak knowledge yang saya 'tahu n buat' dan semakin kreatif saya menganalisis, maka semakin banyak perlakukan berbeda yang saya lakukan.
Meskipun saya melakukan hal yg sama 100x, tidak akan mendapatkan hasil yg berbeda.
Melakukan hal berbeda berarti saya bertanggung jawab penuh terhadap apa yang saya analysis, tidak menyalahkan apapun n siapapun, atau menyalahkan ketidak-beruntungan.
Dan saya percaya bahwa jika saya ingin bertahan n berkembang sebagai seorang engineer, saya harus menganalisis n melakukan banyak hal berbeda.
Jika capacitor milar tidak nge-short diukur saat komponen nancep, ukur sekali lagi , lihat komponen sekelilingnya, cabut capacitornya, lalu ukur .
Kita bisa tahu sifat sebuah komponen saat nancep n tidak, n segala pengaruh komponen lain, n sifat saat dialiri listrik n tidak.